20 mutiara kata Imam Syafi’i Tentang Belajar ilmu dan Kehidupan

This post has already been read 242 times!

Imam Syafi’i Rahimullah di lahir pada tahun 150 H di Ghazzah(Gaza) daerah Esqalan, di Palestin.

Nama sebenarnya Muhammad bin Idris.

Nasihat terkenal Imam Syafie:

1. Cukuplah ilmu menjadi sebuah keutamaan saat orang yang tak memiliki mengaku-ngaku memilikinya dan merasa senang jika dipanggil dengan gelar ilmuwan.

2. Cukuplah kebodohan menjadi aib saat orang yang bodoh merasa terbebas darinya dan marah jika digelari dengannya

3. Jika kamu tidak tahan terhadap penatnya belajar, maka kamu akan menanggung bahayanya kebodohan.

4. Andaikan aku ditakdirkan mampu menyuapkan ilmu kepadamu, pasti kusuapi engkau dengan ilmu.

5. Ilmu itu bukan yang dihafal, tetapi yang memberi manfaat

6. Siapa yang menghendaki kehidupan dunia, maka harus disertai dengan ilmu. Dan siapa yang menghendaki kehidupan akhirat, juga harus dengan ilmu.

7. Orang yang berilmu dan beradab, tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu, merantaulah ke negeri orang.

8. Tujuan dari sebuah ilmu itu adalah untuk mengamalkannya, maka ilmu yang hakiki adalah ilmu yang terpancar dalam kehidupannya, bukan ilmu yang hanya terperap di kepala.


9. Ilmu tidak akan dapat diraih kecuali dengan ketabahan.

10. Besarnya rasa takut itu sesuai dengan tahap ilmunya.

11. Jika ada seorang yang ingin menjual dunia ini kepadaku dengan nilai harga sekeping roti, niscaya aku tidak akan membelinya.


12. Manusia yang paling tinggi kedudukannya adalah mereka yang tidak melihat kedudukan dirinya, dan manusia yang paling banyak memiliki kelebihan adalah mereka yang tidak melihat kelebihan dirinya.


13. Bumi Allah amatlah luas, namun suatu saat apabila takdir sudah datang angkasa pun terasa sempit.


14. Terlalu keras dan meninggi diri akan mendatangkan musuh, dan terlalu terbuka dan merendahkan juga akan mendatangkan kawan yang tidak baik. Maka posisikan dirimu di antara keduanya.

15. Marahnya orang yang mulia akan terlihat dari akhlaknya, dan marahnya orang yang bodoh terlihat dari ucapan lisannya.


16. Setiap orang pasti ada yang mencintai dan ada yang membenci, kerana engkau tidak dapat menghindar dari hal tersebut, maka bergabunglah bersama orang-orang yang ta’at kepada Allah.

17. Bekal paling merugikan untuk di bawa ke akhirat adalah permusuhan.

18. Biarlah mereka bersikap bodoh dan menghina, dan tetaplah kita berakhlak santun. Gaharu akan semakin wangi ketika dinyalakan api.

19. Engkau takkan mampu menyenangkan semua orang. Kerana itu, cukup bagimu memperbaiki hubunganmu dengan Allah, dan jangan terlalu peduli dengan penilaian manusia.

20. Jadikan akhirat di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu.

Baca Juga   Petua ringkas mencari teman hidup
Penafian

Maklumat yang terkandung dalam siaran ini adalah untuk tujuan maklumat am sahaja.